PROFESI PENJAGA PINTU PERLINTASAN KERETA API
Profesi
penjaga pintu perlintasan kereta api mungkin bukan termasuk profesi yang luar
biasa, Pekerjaan ini merupakan suatu tanggung jawab besar, apalagi masih banyak
pintu perlintasan yang belum otomatis. Dalam sehari, ada tiga shift yang
menjaga pos berukuran 2 x 2 meter itu dengan petugas jaga 1 orang per shift.
Adapun yang bertugas sebanyak 4 orang sehingga ada yang mendapat libur tiap
harinya. Masing-masing petugas berjaga yaitu 2 hari shift pagi, 2 hari shift
siang dan 2 hari shift malam.
Mereka rela bekerja siang dan malam
menjaga keselamatan khalayak ramai, Mereka juga dapat disebut sebagai pahlawan
tanpa tanda jasa. Pekerjaan ini membuat mereka sulit bersantai-santai saat jam
kerja. Karena, sedikit saja lengah, nyawa orang lain bisa menjadi taruhannya.
Ini menyangkut tanggung jawab mereka atas nyawa orang lain, mereka harus siap
berhadapan dengan hukum jika terjadi kecelakaan atas kelalaian mereka. Apalagi,
di lintasan kereta api yang rawan kecelakaan. Sebab, lintasan keretanya
berkelok-kelok dan kadang suara kereta tidak terdengar karena kalah oleh
bisingnya suara kendaraan yang lalu lalang. Salah satu kesulitan yg mereka
hadapi adalah mengatur kendaraan terutama pada jam padat, dimana akan banyak
kendaraan yg menerobos pintu perlintasan, terutama sepeda motor
Ketika
ribuan orang berbondong-bondong mudik menikmati lebaran di kampung bersama
keluarga. Hal berbeda dirasakan penjaga perlintasan kereta api. Mereka bertugas
menjaga perlintasan masing-masing. Mereka harus mengabdikan dirinya melayani masyarakat
meski di hari raya Idul Fitri.
Mudah-mudahan
kisah ini bisa kita tauladani dan kita sadari bahwa mungkin bagi beberapa orang
pekerjaan ini sepele tapi sesungguhnya sangat mulia karena menyangkut nyawa
orang banyak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar